Printer thermal adalah printer struk paling umum di dunia — dan alasannya sederhana: tidak butuh tinta, tidak butuh pita, dan harganya mulai dari ratusan ribu rupiah.
Kenapa printer thermal?
Printer inkjet butuh tinta yang bisa habis di tengah antrean. Printer thermal memanaskan kertas khusus dan "membakar" huruf ke struk. Satu rol kertas thermal bisa bertahan berminggu-minggu dan biayanya hanya beberapa ribu rupiah.
Bluetooth vs USB
- Bluetooth: tanpa kabel, langsung tersambung ke HP atau tablet. Paling fleksibel untuk kasir yang memegang perangkat.
- USB: sambungan paling stabil untuk tablet yang duduk diam di meja kasir.
Ukuran kertas: 58mm atau 80mm?
Printer 58mm cukup untuk warung dan toko kelontong — struknya kecil, hemat kertas, dan harga printernya paling murah. Printer 80mm menghasilkan struk lebih lebar, cocok untuk minimarket yang mencetak banyak rincian per transaksi.
Kasata mendukung keduanya. Setelah printer terhubung, struk langsung bisa dicetak — lengkap dengan pembulatan, pajak, dan kode transaksi — tanpa komputer di mana pun.