Diskon adalah senjata dua mata. Dipakai tepat, ia menggerakkan stok dan menarik pembeli baru. Dipakai sembarangan, ia memangkas margin untuk pembeli yang sebenarnya mau bayar penuh.
Diskon tetap vs diskon persen
Diskon tetap (misalnya potongan Rp 2.000) cocok untuk barang murah — jelas dan mudah dipahami pembeli. Diskon persen cocok untuk barang dengan margin besar. Aturan praktis: jangan pernah beri diskon lebih besar dari margin produk.
Pembulatan total yang membingungkan
Barang berharga ganjil (Rp 3.500, Rp 17.500) membuat total belanja jarang bulat. Toko kecil biasanya membulatkan total ke ratusan terdekat. Masalahnya, jika pembulatan dihitung manual, dua kasir bisa memberi hasil berbeda — dan salah satunya merugikan toko.
Kasata menghitung diskon dan pembulatan total secara otomatis. Diskon tetap atau persen diterapkan konsisten di setiap transaksi, dan struk menampilkan rinciannya — pembeli percaya, toko tidak dirugikan.
Tiga strategi diskon yang aman
- Bundling: "beli 2 dapat potongan" — menggerakkan barang dengan margin besar
- Diskon stok menumpuk: potongan kecil untuk barang yang hampir kedaluwarsa
- Diskon waktu: jam-jam sepi untuk mendatangkan pembeli
Diskon yang baik bukan yang paling besar, tapi yang paling dihitung.